Selasa, 29 April 2014

ILMU ALAMIAH DASAR

Nama    : Hendra Wira P
Kelas     : 1PA02
NPM      : 14513022

KONSEP DASAR DARI ILMU ALAMIAH DASAR


ILMU ALAMIAH DASAR

Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

A. MANUSIA YANG BERSIFAT UNIK

1.       Manusia dapat berpikir, sehingga merupakan makhluk yang cerdas dan bijaksana (Homo sapiens)
2.       Manusia dapat membuat alat – alat & mempergunakannya, sehingga disebut  manusia  kerja  (Homo faber)
3.       Mausia dapat berbicara (Homo languens), pemikiran dalam otak dapat disampaikan  lewat   bahasa
4.       Manusia dapat hidup  bermasyarakat  (Homo socius) , bukan hanya bergerombol seperti binatang yang hanya kenal hukum rimba, bahwa yang kuat itulah yg berkuasa
5.       Manusia dapat mengadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo aeconomicus)
6.       Manusia menyadari  adanya kekuatan  gaib yang  lebih  hebat daripada manusia sehingga  menjadi manusia berkepercayaan (Homo religius)
7.       Disamping itu, ada juga hal lain seperti manusia berbudaya (Homo humanis)
8.       Manusia yang tahu akan keindahan (Homo aestheticus)
Manusia adalah makhluk yang lemah dibanding makhluk lain namun dengan akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat maka manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu pengetahuan dan  teknologi manusia dapat hidup dengan lebih baik lagi. Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik dari manusia.

URL         :
https:// www.google.com /url?sa=t&rct=j&q=&esrc =s&source =web&cd              =2&cad= rja&uact =8&ved=0CC4QFjAB&url  =http%3A%2F%2 Famwolfy.blogspot.com%2 F2009% 2F04%2Fisi-tugas-kelompok-iad.html&ei=C2xfU4v-NY-QuATWjYGYDg&usg =AFQjCNG 3D8R FHFdm z_X7v1GmBJGbbntMIQ&bvm=bv.65397613,d.c2E

 B. PROSES LAHIRNYA ILMU PENGETAHUAN

·         Manusia Mencari Kebenaran

Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (commonsense) dan dengan ilmu pengetahuan. Letak  perbedaan yang  mendasar antara keduanya  ialah berkisar pada kata  “sistematik” dan “terkendali”. Ada lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan  akal  sehat . Yang pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-stuktur teori , dan  diuji konsistensi internalnya. Dalam mengembangkan strukturnya, hal itu dilakukan dengan  tes ataupun pengujian secara empiris/faktual. Sedang penggunaan  akal sehat biasanya tidak. Yang kedua,dalam ilmu pengetahuan, teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual.Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”. Yang ketiga,adanya pengertian kendali (kontrol) yang dalam penelitian ilmiah dapatmempunyai pengertian yang bermacam-macam. Yang keempat, ilmupengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dansistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asal-asalan.  Yang kelima,  perbedaan terletak pada cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu  fenomena.  Dalam menerangkan hubungan antar fenomena,ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisis. Proposisi yang dihasilkan  selalu  terbuka untuk pengamatan danpengujian secara ilmiah.

·         Terjadinya Proses Sekularisasi Alam

Pada mulanya manusia menganggap alam suatu yang sakral, sehingga antarasubyek dan obyek tidak ada batasan. Dalam perkembangannya sebagaimanatelah disinggung diatas terjadi pergeseran konsep hukum (alam). Hukumdidefinisikan sebagai kaitan-kaitan yang  tetap dan  harus  ada diantara gejala-gejala. Kaitan-kaitan yang teratur didalam alam  sejak dulu  di interpretasikan kedalam hukum-hukum normative. Disini pengertian tersebut dikaitkan  dengan Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati. Menuju abad ke-16 manusia  mulai meninggalkan pengertian hukum normative tersebut.Sebagai gantinya muncullah pengertian hukum sesuai dengan hukum alam.Pengertian tersebut berimplikasi bahwa terdapat tatanan di alam dan tatanantersebut dapat disimpulkan melalui penelitian empiris. Para ilmuwan saat ituberpendapat bahwa Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur-angsur  mem -peroleh sifat abstrak dan impersonal. Alam telah kehilangankesakralannya sebagai ganti muncullah gambaran dunia yang sesuai denganilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiahmanusia mulai membuka rahasia-rahasia alam.

Berbagai Cara Mencari Kebenaran
Dalam sejarah manusia, usaha-usaha untuk mencari kebenaran telah dilakukan dengan  berbagai cara seperti :
Ø  Secara kebetulan
Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan. Ketika seorang Indian yang sakit danminum air dikolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Dan itu terjadiberulang kali pada beberapa orang. Akhirnya diketahui bahwa disekitar kolamtersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya bisa dijadikan sebagai obat malaria yang kemudian berjatuhan di kolam tersebut . Penemuan pohon yang  kelak dikemudian hari dikenal sebagai pohon kina tersebut adalah terjadi secarakebetulan saja.

Ø  Trial And Error
Cara lain untuk mendapatkan kebenaran ialah dengan menggunakan metode“trial and error”  yang artinya coba-coba. Metode ini bersifat untung-untungan. Salah satu contoh ialah  model percobaan “problem box” oleh Thorndike. Percobaan tersebut adalah seperti berikut:   seekor  kucing yang kelaparan dimasukkan kedalam “problem box”—suatu ruangan  yang hanya  dapat dibuka apabila kucing berhasil menarik ujung tali dengan membuka pintu.  Karena rasa lapar dan melihat makanan di luar maka kucing berusaha keluar dari kotak tersebut dengan  berbagai  cara. Akhirnya dengan tidak sengaja si kucing berhasilmenyentuh simpul tali yang membuat pintu jadi terbuka dan dia berhasil keluar.Percobaan tersebut mendasarkan pada hal  yang  belum  pasti yaitu kemampuan kucing tersebut untuk membuka pintu kotak masalah.

Ø  Melalui Otoritas
Kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan,seperti seorang raja atau pejabat pemerintah yang setiap keputusan dan kebijaksanaannya  dianggap benar oleh bawahannya. Dalam filsafat Jawa dikenaldengan istilah ‘Sabda pendita ratu”  artinya  ucapan raja atau pendeta selalubenar dan tidak boleh dibantah lagi.

Ø  Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman
Metode lain ialah berpikir kritis dan berdasarkan pengalaman.Contoh dari metode ini ialah berpikir secara deduktif dan induktif. Secara deduktif artinyaberpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang umum. Metode deduktif  sudah dipakai selama  ratusan tahun semenjak jamannya Aristoteles.

Ø  Melalui Penyelidikan Ilmiah
Menurut Francis Bacon Kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah , berpikir kritis dan induktif.
Catatan :
Selanjutnya Bacon merumuskan ilmu adalah kekuasaan. Dalam rangka melaksanakan  kekuasaan , manusia  selanjutnya terlebih dahulu harus memperoleh  pengetahuan  mengenai alam dengan cara menghubungkan metoda yang khas, sebab pengamatan dengan indera saja,  akan menghasilkanhal yang tidak dapat dipercaya. Pengamatan menurut Bacon, dicampuri dengangambaran-gambaran palsu (idola): Gambaran-gambaran palsu (idola) harusdihilangkan,  dan dengan cara mengumpulkan fakta-fakta secara telilti, makadidapat pengetahuan  tentang alam yang dapat dipercaya. Sekalipun demikianpengamatan harus dilakukan secara sistematis, artinya dilakukan dalamkeadaan yang dapat dikendalikan dan diuji secara eksperimantal sehinggatersusunlah dalil-dalil umum. Metode berpikir induktif yang dicetuskan oleh F. Bacon selanjutnya dilengkapi dengan pengertian adanya pentingnya asumsi teoritis dalam  melakukan  pengamatan serta dengan menggabungkan perananmatematika semakin memacu tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yangmenghasilkan penemuan-penemuan baru, seperti pada  tahun  1609 Galileo menemukan hukum-hukum tentang planet, tahun 1618 Snelius  menemukan pemecahan cahaya dan penemuan-penemuan penting lainnya oleh Boyle dengan hukum  gasnya,  Hygens dengan teori gelombang cahaya, Harvey dengan penemuan peredaran darah,  Leuwenhock menemukan spermatozoide, dan lain-lain.

Ø  Dasar-Dasar Pengetahuan
Dalam bagian ini akan dibicarakan dasar-dasar pengetahuan yang menjadi ujung tombak  berpikir ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan itu ialah sebagai berikut :
1.       Penalaran
Yang dimaksud dengan penalaran ialah Kegiatan berpikir menurut pola tertentu,menurut logikatertentu dengan tujuan untuk menghasilkan pengetahuan. Berpikir logis mempunyai  konotasi  jamak, bersifat analitis. Aliran yang menggunakanpenalaran sebagai sumber kebenaran ini disebut aliran rasionalisme dan yangmenganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenarandisebut aliran empirisme.

Logika (Cara Penarikan Kesimpulan)
Ciri kedua ialah logika atau cara penarikan kesimpulan. Yang dimaksud dengan logika sebagaimana didefinisikan oleh William S.S ialah  “pengkajian untuk berpikir secara  sahih (valid). Dalam  logika ada dua macam yaitu logika induktif dan  deduktif.  Contoh menggunakan logika ini ialah model berpikir dengan silogisma, seperti contoh dibawah ini :

2.       Silogisma
Premis mayor : semua manusia akhirnya mati
Premis minor : Amir manusia
Kesimpulan : Amir akhirnya akan mati
Sumber Pengetahuan
Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yangmeragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini. Manusia tidak maumenerima saja hal-hal yang ada  termasuk  nasib dirinya sendiri. Rene Descartepernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang  mempunyai arti bahwa segala sesuatu harus diragukan. Persoalan mengenai kriteria  untuk menetapkankebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran maka muncullah pula berbagaikriteria kebenaran.
Kriteria Kebenaran
Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataanterdahulu yang dianggap benar. Sebagai contoh ialah kasus penjumlahan angka-angka tersebut dibawah ini
3 + 5 = 8
4 + 4 = 8
6 + 2 = 8
Semua orang akan menganggap benar bahwa 3 + 5 = 8, maka pernyataanberikutnya bahwa 4 + 4 = 8 juga benar, karena konsisten dengan pernyataansebelumnya.
Beberapa kriteria kebenaran diantaranya ialah

§  Teori Koherensi (Konsisten)
Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila  pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya  yang dianggap benar. Contohnya ialah matematika yang bentuk penyusunannya,  pembuktiannya berdasarkan teori koheren.

§  Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan)
Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu pernyataan  dianggap  benar apabila  materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan  objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya ialah apabila ada seorang yang  mengatakan bahwa ibukota Inggris adalahLondon, maka pernyataan itu benar. Sedang apabila dia mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah Jakarta,  maka pernyataan itu salah, karena  secara kenyataan ibukota Inggris adalah London bukan Jakarta.

§  Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan)
Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat  fungsional dalam kehidupan praktis. Kriteria kebenaran didasarkan atas  kegunaan  teori  tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa suatu teori tidak akan abadi,  dalam jangka  waktu tertentu itu dapat diubahdengan mengadakan revisi.

§  Ontologi (apa yang dikaji)
Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri. Seorang filosof yang bernama  Democritus menerangkan prinsip-prinsip materialis memengatakan  sebagai  berikut :
Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas,dingin itu dingin, warna itu warna. Artinya, objek penginderaan sering kita anggap nyata, padahal  tidak demikian .  Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin”  itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap  dengan  pancaindera.
Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam semesta ini seperti adanya,  oleh karena itu manusia dalam menggali ilmu tidak dapatterlepas dari gejala-gejala  yang  berada didalamnya.Dan sifat ilmu pengetahuan yang berfungsi membantu manusia  dalam  mememecahkan masalah tidak perlumemiliki kemutlakan seperti agama yang memberikan pedoman terhadap hal-halyang paling hakiki dari kehidupan ini.  Sekalipun demikian sampai tahap  tertentu ilmu perlu memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi. Sebagai contoh , bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai penegertian pun akan muncul pula.
Contoh : Siapakah manusia itu ? jawab ilmu ekonomi ialah makhluk ekonomi Sedang ilmu politik akan menjawab bahwa manusia ialah political animal dandunia pendidikan akan mengatakan manusia ialah homo educandum.

§  Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran)
Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkanpengetahuan yang benar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan ialah :
1.       Batasan kajian ilmu : secara ontologis ilmu membatasi pada Pengkajian objek yang berada dalam lingkup manusia. tidak dapat mengkaji daerah yang bersifat transcendental (gaib/tidak nyata).
2.       Cara menyusun pengetahuan:untuk mendapatkan pengetahuan menjadi ilmu diperlukan cara untuk menyusunnya yaitu dengan cara menggunakan metode ilmiah.
3.       Diperlukan landasan yang sesuai dengan ontologis dan aksiologis ilmu itu sendiri
4.       Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi penyebab timbulnya suatu gejala dan proses terjadinya.
5.       Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit
6.       Metode ilmiah tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak tergolong pada kelompok ilmu tersebut. (disiplin ilmu yang sama)
7.        Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.
8.        Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis:
a.       ilmu eksakta : deduktif, rasio, kuantitatif
b.       Ilmu social : induktif, empiris, kualitatif
Beberapa Pengertian Dasar
Konsep :
Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejalasecara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkanpeneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelasdalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitansatu dengan yang lainnya.
Dalam dunia penelitian dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu Pertamakonsep yang jelas hubungannya dengan realita yang diwakili, contoh : meja,mobil dll nya Kedua konsep yang  abstrak hubungannya dengan realitas yangdiwakili, contoh : kecerdasan, kekerabatan, dll nya.
Konstruk :
Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakandengan kesengajaan  dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu.

Proposisi :
Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh : dalampenilitian mengenai  mobilitas penduduk, proposisinya berbunyi : “proses migrasitenaga kerja  ditentukan  oleh  upah“  (Harris dan Todaro).
Dalam penelitian sosial dikenal ada dua jenis proposisi; yang pertama aksioma atau postulat,  yang kedua teorema. Aksioma ialah proposisi yang kebenarannya sudah tidak lagi dalam  penelitian; sedang teorema ialah proposisi yagdideduksikan dari aksioma.
Teori :
Salah satu definisi mengenai teori ialah serangkaian asumsi, konsep, konstruk,definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sisitematis dengan cara  merumuskan  hubungan antar konsep (Kerlinger, FN)
Definisi lain mengatakan bahwa teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup  penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari satu disiplin ilmu.Teori mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut :
a. harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidakterjadinya kontraksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan.
b. harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapunkonsistennya apabila tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapatditerima kebenarannya secara ilmiah.
c. Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx :
Model Based Theory,
Berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Teori deduktif,
Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premis sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris.

Teori induktif,
Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.



URL :                  
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCgQFjAA&url=http%3A%2F%2Felqorni.wordpress.com%2F2009%2F03%2F21%2Fproses-lahirnya-ilmu%2F&ei=X41fU7-oK46wuASQ0oLIDg&usg=AFQjCNH7dM381C4AsQbSY-FUS3LBqNCL8g&bvm=bv.65397613,d.c2E

1 komentar: