Nama : Hendra Wira P
Kelas : 1PA02
NPM : 14513022
KONSEP DASAR DARI ILMU
ALAMIAH DASAR
ILMU
ALAMIAH DASAR
Ilmu alamiah atau sering disebut
ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang
mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini,
sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan
prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
A. MANUSIA
YANG BERSIFAT UNIK
1.
Manusia dapat
berpikir, sehingga merupakan makhluk yang cerdas dan
bijaksana (Homo sapiens)
2.
Manusia dapat membuat alat – alat
& mempergunakannya, sehingga disebut manusia
kerja (Homo faber)
3.
Mausia dapat berbicara (Homo languens), pemikiran dalam
otak dapat disampaikan lewat
bahasa
4.
Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo socius)
, bukan hanya bergerombol seperti
binatang yang hanya kenal hukum rimba, bahwa
yang kuat itulah yg berkuasa
5.
Manusia dapat
mengadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (Homo aeconomicus)
6.
Manusia menyadari adanya kekuatan
gaib yang lebih hebat daripada manusia
sehingga menjadi manusia berkepercayaan (Homo religius)
7.
Disamping itu, ada juga hal lain seperti
manusia berbudaya (Homo humanis)
8.
Manusia yang
tahu akan keindahan (Homo aestheticus)
Manusia adalah makhluk yang
lemah dibanding makhluk lain namun dengan akal budinya dan kemauannya yang
sangat kuat maka manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat hidup dengan
lebih baik lagi. Akal budinya dan kemauannya yang sangat kuat itulah sifat unik
dari manusia.
URL :
https://
www.google.com /url?sa=t&rct=j&q=&esrc
=s&source =web&cd
=2&cad= rja&uact =8&ved=0CC4QFjAB&url =http%3A%2F%2 Famwolfy.blogspot.com%2 F2009% 2F04%2Fisi-tugas-kelompok-iad.html&ei=C2xfU4v-NY-QuATWjYGYDg&usg
=AFQjCNG 3D8R FHFdm z_X7v1GmBJGbbntMIQ&bvm=bv.65397613,d.c2E
B. PROSES LAHIRNYA ILMU PENGETAHUAN
·
Manusia Mencari Kebenaran
Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat
(commonsense) dan dengan ilmu pengetahuan. Letak
perbedaan yang mendasar antara keduanya
ialah berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”. Ada lima hal pokok yang membedakan antara
ilmu dan akal sehat
. Yang pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui
struktur-stuktur teori , dan
diuji konsistensi internalnya. Dalam mengembangkan
strukturnya, hal itu dilakukan dengan
tes ataupun pengujian secara
empiris/faktual. Sedang penggunaan
akal sehat biasanya tidak.
Yang kedua,dalam ilmu pengetahuan, teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual.Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”. Yang ketiga,adanya pengertian
kendali (kontrol) yang dalam penelitian ilmiah dapatmempunyai pengertian yang bermacam-macam. Yang keempat, ilmupengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dansistematis. Pola penghubungnya
tidak dilakukan secara asal-asalan. Yang kelima,
perbedaan terletak pada cara memberi
penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu
fenomena. Dalam menerangkan hubungan antar fenomena,ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat
metafisis. Proposisi yang dihasilkan selalu
terbuka untuk pengamatan danpengujian secara ilmiah.
·
Terjadinya Proses Sekularisasi Alam
Pada mulanya manusia menganggap alam suatu yang sakral, sehingga antarasubyek dan obyek tidak ada batasan. Dalam perkembangannya sebagaimanatelah disinggung diatas terjadi pergeseran konsep hukum (alam). Hukumdidefinisikan sebagai kaitan-kaitan yang
tetap dan harus ada diantara gejala-gejala. Kaitan-kaitan yang teratur didalam alam
sejak dulu di interpretasikan kedalam hukum-hukum
normative. Disini pengertian tersebut dikaitkan dengan
Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati. Menuju abad
ke-16 manusia mulai meninggalkan pengertian hukum normative tersebut.Sebagai gantinya muncullah pengertian hukum sesuai dengan hukum alam.Pengertian tersebut berimplikasi bahwa terdapat tatanan di alam dan tatanantersebut dapat disimpulkan melalui penelitian empiris. Para ilmuwan saat ituberpendapat bahwa Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara
berangsur-angsur mem -peroleh sifat abstrak dan impersonal. Alam telah kehilangankesakralannya sebagai ganti muncullah gambaran dunia yang sesuai denganilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiahmanusia mulai membuka rahasia-rahasia
alam.
Berbagai Cara Mencari Kebenaran
Dalam sejarah
manusia, usaha-usaha untuk mencari kebenaran
telah dilakukan dengan berbagai cara seperti :
Ø
Secara kebetulan
Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus
penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan. Ketika seorang Indian yang sakit danminum air dikolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Dan itu terjadiberulang kali pada beberapa orang. Akhirnya diketahui bahwa disekitar kolamtersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya bisa dijadikan sebagai
obat malaria yang kemudian berjatuhan di kolam tersebut
. Penemuan pohon yang kelak dikemudian hari dikenal sebagai pohon kina tersebut adalah terjadi secarakebetulan saja.
Ø
Trial And Error
Cara lain untuk mendapatkan kebenaran ialah dengan menggunakan metode“trial and error”
yang artinya coba-coba. Metode ini bersifat untung-untungan.
Salah satu contoh ialah model percobaan “problem box” oleh Thorndike.
Percobaan tersebut adalah seperti berikut: seekor kucing yang kelaparan dimasukkan kedalam “problem box”—suatu ruangan
yang hanya dapat dibuka apabila kucing berhasil menarik ujung
tali dengan membuka pintu. Karena rasa lapar dan melihat makanan di luar maka kucing berusaha keluar dari kotak
tersebut dengan berbagai cara. Akhirnya dengan tidak sengaja si kucing berhasilmenyentuh simpul tali yang membuat pintu jadi terbuka dan dia berhasil keluar.Percobaan
tersebut mendasarkan pada hal yang belum
pasti yaitu kemampuan kucing tersebut untuk membuka pintu kotak masalah.
Ø
Melalui Otoritas
Kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan,seperti seorang raja atau pejabat pemerintah yang setiap keputusan dan
kebijaksanaannya dianggap benar oleh bawahannya. Dalam filsafat Jawa dikenaldengan istilah ‘Sabda pendita
ratu” artinya ucapan raja atau pendeta selalubenar dan tidak boleh dibantah
lagi.
Ø
Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman
Metode lain ialah berpikir kritis dan berdasarkan pengalaman.Contoh dari
metode ini ialah berpikir secara deduktif dan induktif. Secara deduktif artinyaberpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang
umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan tahun semenjak
jamannya Aristoteles.
Ø
Melalui Penyelidikan Ilmiah
Menurut Francis Bacon Kebenaran baru bisa didapat dengan
menggunakan penyelidikan ilmiah , berpikir kritis dan induktif.
Catatan :
Selanjutnya Bacon merumuskan ilmu adalah kekuasaan. Dalam rangka
melaksanakan kekuasaan , manusia selanjutnya terlebih dahulu harus
memperoleh pengetahuan mengenai alam dengan cara menghubungkan
metoda yang khas, sebab pengamatan dengan indera saja,
akan menghasilkanhal yang tidak dapat dipercaya. Pengamatan menurut Bacon, dicampuri dengangambaran-gambaran palsu (idola): Gambaran-gambaran palsu (idola) harusdihilangkan,
dan dengan cara mengumpulkan fakta-fakta secara telilti, makadidapat pengetahuan
tentang alam yang dapat dipercaya. Sekalipun demikianpengamatan harus dilakukan secara sistematis, artinya dilakukan dalamkeadaan yang dapat dikendalikan dan diuji secara eksperimantal sehinggatersusunlah dalil-dalil umum.
Metode berpikir induktif yang dicetuskan oleh F.
Bacon selanjutnya dilengkapi dengan pengertian adanya pentingnya asumsi
teoritis dalam melakukan pengamatan serta dengan menggabungkan perananmatematika semakin memacu tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yangmenghasilkan penemuan-penemuan baru, seperti pada
tahun 1609 Galileo menemukan hukum-hukum tentang planet, tahun 1618 Snelius
menemukan pemecahan cahaya dan penemuan-penemuan penting lainnya oleh Boyle
dengan hukum gasnya, Hygens dengan teori gelombang cahaya, Harvey dengan
penemuan peredaran darah, Leuwenhock menemukan spermatozoide, dan lain-lain.
Ø
Dasar-Dasar Pengetahuan
Dalam bagian ini akan dibicarakan dasar-dasar pengetahuan
yang menjadi ujung tombak berpikir ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan itu ialah sebagai berikut
:
1.
Penalaran
Yang dimaksud dengan penalaran ialah Kegiatan berpikir menurut pola tertentu,menurut logikatertentu dengan
tujuan untuk menghasilkan pengetahuan. Berpikir logis mempunyai
konotasi jamak, bersifat analitis. Aliran yang menggunakanpenalaran sebagai sumber kebenaran ini disebut aliran rasionalisme dan yangmenganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenarandisebut aliran empirisme.
Logika (Cara Penarikan Kesimpulan)
Ciri kedua ialah logika atau cara penarikan kesimpulan. Yang dimaksud dengan
logika sebagaimana didefinisikan oleh William S.S ialah “pengkajian untuk
berpikir secara sahih (valid). Dalam
logika ada dua macam yaitu logika induktif dan
deduktif. Contoh
menggunakan logika ini ialah model berpikir dengan silogisma, seperti contoh
dibawah ini :
2.
Silogisma
Premis mayor : semua manusia akhirnya mati
Premis minor : Amir manusia
Kesimpulan : Amir akhirnya akan mati
Sumber Pengetahuan
Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yangmeragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini. Manusia tidak maumenerima saja hal-hal yang ada
termasuk nasib dirinya sendiri. Rene Descartepernah berkata
“DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang mempunyai arti bahwa
segala
sesuatu harus diragukan. Persoalan mengenai kriteria
untuk menetapkankebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran maka muncullah pula berbagaikriteria kebenaran.
Kriteria Kebenaran
Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataanterdahulu yang dianggap benar. Sebagai contoh ialah kasus penjumlahan angka-angka tersebut dibawah ini
3 + 5 = 8
4 + 4 = 8
6 + 2 = 8
Semua orang akan menganggap benar bahwa 3 + 5 = 8, maka pernyataanberikutnya bahwa 4 + 4 = 8 juga benar, karena konsisten dengan pernyataansebelumnya.
Beberapa kriteria kebenaran diantaranya ialah
§
Teori Koherensi (Konsisten)
Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu
pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya
yang dianggap benar. Contohnya ialah matematika yang
bentuk penyusunannya, pembuktiannya berdasarkan teori koheren.
§
Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai
kenyataan)
Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu
pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung
berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya
ialah apabila ada seorang yang mengatakan bahwa ibukota Inggris adalahLondon, maka pernyataan itu benar. Sedang apabila dia mengatakan bahwa
ibukota Inggris adalah Jakarta, maka pernyataan itu salah,
karena secara kenyataan ibukota Inggris adalah
London bukan Jakarta.
§
Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan)
Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan
bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan
tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Kriteria kebenaran didasarkan atas kegunaan teori tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa
suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka
waktu tertentu itu dapat diubahdengan mengadakan revisi.
§
Ontologi (apa yang dikaji)
Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri. Seorang filosof
yang bernama Democritus menerangkan prinsip-prinsip materialis
memengatakan sebagai berikut :
Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas,dingin itu dingin, warna itu warna. Artinya, objek penginderaan sering kita anggap
nyata, padahal tidak demikian . Hanya atom
dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin”
itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap
dengan pancaindera.
Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam semesta ini
seperti adanya, oleh karena itu manusia dalam menggali ilmu tidak dapatterlepas dari gejala-gejala
yang berada didalamnya.Dan sifat ilmu pengetahuan yang berfungsi membantu manusia
dalam mememecahkan masalah tidak perlumemiliki kemutlakan seperti agama yang memberikan pedoman terhadap hal-halyang paling hakiki dari kehidupan ini.
Sekalipun demikian sampai tahap tertentu ilmu perlu memiliki keabsahan dalam melakukan
generalisasi. Sebagai contoh , bagaimana
kita mendefinisikan manusia, maka berbagai penegertian
pun akan muncul pula.
Contoh : Siapakah manusia itu ? jawab ilmu
ekonomi ialah makhluk ekonomi
Sedang ilmu politik akan menjawab bahwa manusia ialah political animal dandunia pendidikan akan mengatakan manusia ialah homo educandum.
§
Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran)
Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkanpengetahuan yang benar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan ialah :
1.
Batasan kajian ilmu : secara ontologis ilmu membatasi pada Pengkajian objek
yang berada dalam lingkup manusia. tidak dapat mengkaji daerah yang
bersifat transcendental (gaib/tidak nyata).
2.
Cara menyusun pengetahuan:untuk mendapatkan pengetahuan menjadi ilmu
diperlukan cara untuk menyusunnya yaitu dengan cara menggunakan
metode ilmiah.
3.
Diperlukan landasan yang sesuai dengan ontologis
dan aksiologis ilmu itu sendiri
4.
Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai faktor yang
terikat dalam suatu konstelasi penyebab
timbulnya suatu gejala dan proses terjadinya.
5.
Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit
6.
Metode ilmiah tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak tergolong
pada kelompok ilmu tersebut. (disiplin ilmu yang sama)
7.
Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan
kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.
8.
Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis:
a.
ilmu eksakta : deduktif, rasio, kuantitatif
b.
Ilmu social : induktif, empiris, kualitatif
Beberapa Pengertian Dasar
Konsep :
Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejalasecara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkanpeneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelasdalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitansatu dengan yang lainnya.
Dalam dunia penelitian dikenal dua pengertian mengenai konsep, yaitu Pertamakonsep yang jelas hubungannya dengan realita yang diwakili, contoh
: meja,mobil dll nya Kedua konsep yang abstrak hubungannya dengan realitas yangdiwakili, contoh
: kecerdasan, kekerabatan, dll nya.
Konstruk :
Konstruk (construct) adalah suatu konsep yang diciptakan dan digunakandengan kesengajaan
dan kesadaran untuk tujuan-tujuan ilmiah tertentu.
Proposisi :
Proposisi adalah hubungan yang logis antara dua konsep. Contoh
: dalampenilitian mengenai mobilitas penduduk, proposisinya berbunyi
: “proses migrasitenaga kerja ditentukan oleh upah“
(Harris dan Todaro).
Dalam penelitian sosial dikenal ada dua jenis proposisi; yang pertama aksioma
atau postulat, yang kedua teorema. Aksioma ialah proposisi yang kebenarannya
sudah tidak lagi dalam penelitian; sedang teorema ialah proposisi yagdideduksikan dari aksioma.
Teori :
Salah satu definisi mengenai teori ialah serangkaian asumsi, konsep, konstruk,definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena secara sisitematis
dengan cara merumuskan hubungan antar konsep (Kerlinger, FN)
Definisi lain mengatakan bahwa teori merupakan pengetahuan ilmiah yang
mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari satu disiplin ilmu.Teori mempunyai beberapa
karakteristik sebagai berikut :
a. harus konsisten dengan teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidakterjadinya kontraksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan.
b. harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapunkonsistennya apabila tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapatditerima kebenarannya secara ilmiah.
c. Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx :
Model Based Theory,
Berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan
konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak
pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai
dengan kebutuhan peneliti.
Teori deduktif,
Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses
deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan
yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premis
sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada
struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada
pembangunan konsep sebelum pengujian empiris.
Teori induktif,
Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan
generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang
berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk
menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.
URL :
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCgQFjAA&url=http%3A%2F%2Felqorni.wordpress.com%2F2009%2F03%2F21%2Fproses-lahirnya-ilmu%2F&ei=X41fU7-oK46wuASQ0oLIDg&usg=AFQjCNH7dM381C4AsQbSY-FUS3LBqNCL8g&bvm=bv.65397613,d.c2E
bestair casino - bestairjordan11retro.com
BalasHapusFind a air jordan 18 retro yellow suede online store top 10 bestair casino air jordan 18 retro to me reviews and air jordan 18 retro yellow shop discounts on bestair casino. air jordan 18 stockx to you We recommend them all. air jordan 18 stockx for sale Sign-up today!