Senin, 28 Oktober 2013

Tugas 2 softskill ( pemahaman tentang keadilan dan macam maca keadilan )

PENGERTIAN KEADILAN
·         Keadilan adalah dimana kita membagi sesuatu sesuai kebutuhan, tempat dan fungsinya, tak selalu harus harus sama rata, akan tetapi melihat kebutuhan masing masing yang ingin di bagi.

·         Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama



MACAM – MACAM KEADILAN

1.      Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.
            Contoh :
Seseorang kakak yang harus mengerjakan PR adiknya di rumah. Tentu saja ini juga merupakan salah satu bentuk ketidakadilan.
Tanggapan :
Dari contoh diatas dapat kita simpulkan bahwa seorang kakak yang mengerjakan pr adiknya itu merupakan perilaku yang salah karena hal tersebut akan membuat adiknya merasa malas dan dapat membuat perilaku adiknya menjadi serba ketergantungan.
2.      Keadilan distributive
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally)
Contoh :
    Di suatu kelas ada seorang murid yang pintar. Pada suatu ulangan, seorang teman yang duduk di sebelahnya mencontekinya. Tetapi sebenarnya, semua murid di kelas mencontek pada anak yang pintar ini. Lalu, guru memergoki teman yang duduk di sebelah murid yang pintar sedang mencontek. Ketika itu, guru memberikan nilai yang buruk pada anak itu. Padahal semua murid juga mencontek. Ini merupakan jenis ketidakadilan.
Tanggapan :
Dari contoh diatas dapat kita simpulkan terjadinya ketidakadilan karena seharusanya si guru tidak memberikan nilai kepada siswa yang mencotek bukan hanya seorang siswa yang duduk di sebelah anak pintar itu karena anak pintar itu juga melakukan kesalahan member jawaban kepada teman-temanya
3.      Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
            Contoh :
§  Di sebuah kantor ada seorang atasan yang mempunya asisten perempuan yang tugasnya membantu pekerjaan administrasi. Karena sering bertemu, maka asisten itu suka pada atasannya, padahal, atasannya itu sudah berkeluarga. Karena setiap hari bekerja sama, maka atasannya juga menyukai asistennya. Akhirnya keluarga dari atasannya merasa dirugikan.
Tanggapan :
Contoh kasus diatas dapat disimpulkan bahwa seharusnya seorang asisten tersebut sudah harus mengontrol diri untuk tidak menyukai atasanya karena sikap asisten tersebut dapat merugikan banyak pihak diantaranya keluarga atasanya akan menjadi berantakan oleh karena itu harus ada kesadaran diantara keduanya agar mereka tidak saling menyukai satu sama yang lain karena sudah memiliki status berkeluarga

   Sumber :

Tugas Softskill 2 ( keindahan yang megandung nilai ekstrinsik dan intrinsik )

KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, cantik, elok, rupawan dan sebagainya. Dalam beberapa bahasa diartikan ”Beautiful“(Bahasa Inggris) “Beau” (Bahasa Perancis) atau “Bello” (Bahasa Italia). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Nilai Ekstrinsik dan Intrinsik suatu keindahan :
·        Pengertian ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu
·         Pengertian intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri
Contohnya:
  1. puisi yang mempunyai unsur larik dan bait termasuk nilai intrinsik, dan pesan yang terkandung dalam puisi tersebut termasuk nilai ekstrinsik

                                           PADAMU JUA


habis kikis 
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu
kaulah kandil kemerlap
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu
satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
engkau cemburu
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertungkar tangkap dengan lepas
nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai
kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
 matahari bukan kawanku     
                          
Tanggapan :
Puisi di atas menceritakan tentang pengalaman seseorang yang ditumpahkan ke dalam puisi. Nilai-nilai yang terkandung pun tentang kehidupan manusia. Nilai-nilai yang dapat diperoleh pembaca contohnya adalah nilai-nilai dalam behubungan bermasyarakat

  1. Drama juga terdapat tema, plot, dialog, dan karakter termasuk nilai intrinsik dan pesan yang disampaikan dalam drama mengandung nilai ekstrinsik

Sahabat Sejati

Suatu ketika disaat keadilan sudah menjadi kata yang punah. Sedang diadakannya ujian semester Adi dan Banu duduk sebangku, Sita dan Dini duduk sebangku di depannya, sedangkan Budi duduk sendiri disamping Banu. Mata pelajaran yang sedang di ujiankan adalah matematika, semua murid terlihat kebingungan dan kewalahan melihat soalnya dan terjadi lah percakapan antara 5 sekawan, Adi, Budi, Banu, Sita dan Dini.

Banu                 :  “Din, aku minta jawaban soal nomor 5 dan 6!”
Dini                   :  “A dan C”
Sita                   :  “kalau soal nomor 10,11 dan 15 jawabannya apa Ban?
Banu                 :  “10 A, 11 D, nomor 15 aku belum”
Adi                   :  “Huss, jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar”
Sita                   :  “soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum aku kerjakan”

Mereka berempat saling contek-mencontek seperti pelajar lainnya. Tapi tidak dengan Budi, ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa mencontek.

Banu                 :  “Bud,kamu sudah selesai?”
Budi                  :  “Belum, tinggal 3 soal lagi”
Banu                 :  “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi                  :  “Tidak Bisa Ban,”
Banu                 :  “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Dini                   :  “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Adi                   :  “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi                  :  “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Sita                   :   “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
Budi                  :   “Mencontek atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya
                               sama aku tidak mau mencotek karena dosa, begitu pula memberi   
                               contek ke kalian aku minta maaf”
Sita                   :   “Tapi saat ini, sangat mendesak Bud”
Dini                   :   “Iya Bud, bantu kami”
Budi                  :   “tetap tidak bisa”
Adi                   :   “yasudah, biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri
                                kami  sendiri.” (marah dan kesal)
Banu                 :    “biarkan, kita lihat di buku saja”

Banu lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam, kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Lalu Sita menanyakan hasilnya.

Sita                   :   “Bagaimana Ban? Ada tidak?
Banu                 :   “ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”

Kareana suara Banu yang agak terdengar keras, Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.

Guru                 :   “Kalian ini, mencontek terus. Keluar kalian”

Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.

Banu                 :   “Aku tidak menyangka akan seperti ini”
Dini                   :   “Aku juga tidak menyangka, akan dihukum”
Sita                   :   “Seharusnya kita belajar ya”
Adi                   :   “Iya, Budi benar”
Banu                 :   “Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”
Sita                   :   “Aku menyesal!”
Adi,Dini&Banu:   “Aku juga” bersama

Setelah itu Budi keluar dari kelas dan menghampiri mereka. Kemudian Budi ikut berdiri hormat seperti yang lain.

Dini                   :   “kenapa bud? Kamu di hukum juga?”
Budi                  :   “Tidak, aku ingin menjalani hukuman kalian juga kita sahabat kan? Aku
                               ingin kita bersama”
Sita                   :  “aku berharap ini menjadi pelajaran kita semua”
Dini                   :  “dan tidak kita ulangi lagi”
Adi                   :  “Kita sahabat sejati”

Lalu mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyum dan tawa. Persahabatan akan mengalahkan segala keburukan.


Tanggapan :
Dari contoh diatas kita dapat menyimpulkan seharusnya empat siswa tersebut mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian karena kalau tidak belajar hal satu  - satunya adalah mencontek dan itu perbutan buruk

Sumber :


            

Tugas Softskil 2 ( Cinta kasih manusia menurut agama dan negara )

CINTA KASIH MANUSIA MENURUT AGAMA DAN NEGARA

§         Pemahaman Cinta Kasih Menurut Agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta sangat mudah dipahami apabila tidak dikaitkan dengan agama. Dalam kehidupan, cinta menampakan diri dalam bentuk apapun. Terkadang seseorang mencintai dirinya sendiri dan orang lain. Atau keluarga, harta, Allah dan Rasul/Berbagai bentuk cinta dapat kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran. Dalam agama islam cinta dapat diartikan sebagai kasih sayang. Ada banyak contoh kasus cinta kasih yang dapat kita jumpai di sekitar kita. Mulai dari cinta kasih kepada kedua orang tua, kepada adik atau kakak, kepada pasangan atau kekasih, dan masih banyak lagi. Yang akan saya bahas di tulisan ini adalah Cinta Kasih Kepada Orangtua.
    Contoh Kasus :
    Ada perbedaan cinta kasih kepada orangtua di zaman dahulu dan zaman sekarang, perbedaannya antara lain :
Zaman dahulu anak-anak dan remaja cenderung lebih sopan kepada orangtua-nya, mereka masih sangat nurut dan patuh pada peraturan yang diberikan orangtua. Dalam hal berpamitan ketika ingin keluar rumah juga mereka masih mencium tangan kedua orangtua dan mengucapkan salam, dan ketika diberi nasehat tidak mengelak, menyangkal, dan lain-lain. Sedangkan zaman sekarang, anak-anak dan remaja cenderung bebas dan tidak begitu memperhatikan dan mempermasalahkan sopan santun. Contohnya dalam hal berpamitan, tidak lagi mencium tangan kedua orangtua bahkan ada yang tidak mengucap salam ketika keluar rumah. Banyak sekali perbedaan cinta kasih kepada kedua orangtua di zaman dahulu dan sekarang, bukan dalam hal sopan santun saja. Zaman sekarang, ketika orangtua yang sedang merayakan anniversary atau ulang tahun pernikahan akan diberikan kejutan juga dari anak-anak nya, sedangkan zaman dahulu tidak mementingkan yang seperti itu.

§        Tanggapan     :

Dari contoh kasus diatas dapat kita simpulkan  bahwa seharusnya anak Zaman sekarang harus lebih menghargai dan harus lebih mengerti dalam hal etika  terhadap orang tua nya karena banyak anak zaman sekarang yang lebih mengutamakan kepentingan teman sepermainanya dari pada mengutamakan kepetingan orang tua nya hal itu juga dapat mengurai rasa hormat nya terhadap orang tuanya.oleh karena itu kita harus memulai terhadap diri kita sendiri untuk memperbaiki etika dan sopan santun terhadap orang tua kita.banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memulai sopan santun terhadap orang tua kita salah satunya dengan cara berpamitan ketika hendak meninggalkan rumah dan selalu membantu orang tua kita ketika hendak mereka membutuhkan bantuan.


§        Pemahaman Cinta Kasih Menurut Negara
Cinta kasih menurut negara adalah, jiwa ragadan semanggat kita di tuangkan atau ditujukan kepada negara kita. Tidak hanya melalui peperangan ataupun pertempuran darah untuk kita dapat mebuktikan kecintaan kita terhadap negara kita.tetapi kita dapat mebuktikan kecintaan kita kepada negara dengan cara menunjukan ketertiban kita yaitu melaksanakak aturan aturan di negera kita di daerah manupun kita tinggal


Contoh Kasus :

Disini Saya akan mengambil kasus tentang Cinta kasih kepada negara. Kasus nya ini berada pada zaman penjajahan koloni belanda. Dimana para pejuang terus berjuang untuk satu tujuan, untuk satu mimpi yaitu tujuan mereka semua adalah meraih dan mendapatkan kemerdekaan yang bebas dari penjajahana koloni belanda. Mereka tak pernah untuk selalu mengucurkan keringat, air mata bahkan darah yang terus berjatuhan di bumi pertiwi ini. Tanpa dibayar pun mereka rela, tanpa mendapat imbalan makanan, minuman bahkan uang mereka tetap berjuang untuk bangsa ini agar dapat meraih kemerdekaannya. Dan akhirnya usaha mereka pun tidak sia sia, Indonesia dapat merdeka dan bebas dari penjajahan Belanda. Itulah semanggat cinta mereka kepada bangsa dan negara RepublikIndonesia

§        Tanggapan :

Dari contoh kasus diatas kita dapat menyimpulkan sebagai warga Negara baik kita jangan sungkan atapun merasa malu untuk membela Negara kita ,kita harus menilai dan meniru bagaimana perjuangan yang dilakukan para pahlawan kita untuk membela Negara bumi pertiwi walapun harus tanpa dibayar mereka tetap berjuang mati-matian demi membela Negara Indonesia ini.ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk berjuang untuk Negara ini salah satu contohnya kita sebagai mahasiswa kita harus dapat belajar yang rajin melawan rasa malas dan menjadi orang yang bisa berpengaruh dalam perkembangan Negara Indonesia ini.


Sumber :
http://ariefksmwrdn.blogspot.com/2013/10/cinta-kasih-manusia-menurut-agama-dan.html