Senin, 28 Oktober 2013

Tugas Softskill 2 ( keindahan yang megandung nilai ekstrinsik dan intrinsik )

KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, cantik, elok, rupawan dan sebagainya. Dalam beberapa bahasa diartikan ”Beautiful“(Bahasa Inggris) “Beau” (Bahasa Perancis) atau “Bello” (Bahasa Italia). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Nilai Ekstrinsik dan Intrinsik suatu keindahan :
·        Pengertian ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu
·         Pengertian intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri
Contohnya:
  1. puisi yang mempunyai unsur larik dan bait termasuk nilai intrinsik, dan pesan yang terkandung dalam puisi tersebut termasuk nilai ekstrinsik

                                           PADAMU JUA


habis kikis 
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu
kaulah kandil kemerlap
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu
satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
engkau cemburu
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertungkar tangkap dengan lepas
nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai
kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
 matahari bukan kawanku     
                          
Tanggapan :
Puisi di atas menceritakan tentang pengalaman seseorang yang ditumpahkan ke dalam puisi. Nilai-nilai yang terkandung pun tentang kehidupan manusia. Nilai-nilai yang dapat diperoleh pembaca contohnya adalah nilai-nilai dalam behubungan bermasyarakat

  1. Drama juga terdapat tema, plot, dialog, dan karakter termasuk nilai intrinsik dan pesan yang disampaikan dalam drama mengandung nilai ekstrinsik

Sahabat Sejati

Suatu ketika disaat keadilan sudah menjadi kata yang punah. Sedang diadakannya ujian semester Adi dan Banu duduk sebangku, Sita dan Dini duduk sebangku di depannya, sedangkan Budi duduk sendiri disamping Banu. Mata pelajaran yang sedang di ujiankan adalah matematika, semua murid terlihat kebingungan dan kewalahan melihat soalnya dan terjadi lah percakapan antara 5 sekawan, Adi, Budi, Banu, Sita dan Dini.

Banu                 :  “Din, aku minta jawaban soal nomor 5 dan 6!”
Dini                   :  “A dan C”
Sita                   :  “kalau soal nomor 10,11 dan 15 jawabannya apa Ban?
Banu                 :  “10 A, 11 D, nomor 15 aku belum”
Adi                   :  “Huss, jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar”
Sita                   :  “soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum aku kerjakan”

Mereka berempat saling contek-mencontek seperti pelajar lainnya. Tapi tidak dengan Budi, ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa mencontek.

Banu                 :  “Bud,kamu sudah selesai?”
Budi                  :  “Belum, tinggal 3 soal lagi”
Banu                 :  “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi                  :  “Tidak Bisa Ban,”
Banu                 :  “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Dini                   :  “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Adi                   :  “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi                  :  “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Sita                   :   “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
Budi                  :   “Mencontek atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya
                               sama aku tidak mau mencotek karena dosa, begitu pula memberi   
                               contek ke kalian aku minta maaf”
Sita                   :   “Tapi saat ini, sangat mendesak Bud”
Dini                   :   “Iya Bud, bantu kami”
Budi                  :   “tetap tidak bisa”
Adi                   :   “yasudah, biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri
                                kami  sendiri.” (marah dan kesal)
Banu                 :    “biarkan, kita lihat di buku saja”

Banu lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam, kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Lalu Sita menanyakan hasilnya.

Sita                   :   “Bagaimana Ban? Ada tidak?
Banu                 :   “ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”

Kareana suara Banu yang agak terdengar keras, Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.

Guru                 :   “Kalian ini, mencontek terus. Keluar kalian”

Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.

Banu                 :   “Aku tidak menyangka akan seperti ini”
Dini                   :   “Aku juga tidak menyangka, akan dihukum”
Sita                   :   “Seharusnya kita belajar ya”
Adi                   :   “Iya, Budi benar”
Banu                 :   “Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”
Sita                   :   “Aku menyesal!”
Adi,Dini&Banu:   “Aku juga” bersama

Setelah itu Budi keluar dari kelas dan menghampiri mereka. Kemudian Budi ikut berdiri hormat seperti yang lain.

Dini                   :   “kenapa bud? Kamu di hukum juga?”
Budi                  :   “Tidak, aku ingin menjalani hukuman kalian juga kita sahabat kan? Aku
                               ingin kita bersama”
Sita                   :  “aku berharap ini menjadi pelajaran kita semua”
Dini                   :  “dan tidak kita ulangi lagi”
Adi                   :  “Kita sahabat sejati”

Lalu mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyum dan tawa. Persahabatan akan mengalahkan segala keburukan.


Tanggapan :
Dari contoh diatas kita dapat menyimpulkan seharusnya empat siswa tersebut mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian karena kalau tidak belajar hal satu  - satunya adalah mencontek dan itu perbutan buruk

Sumber :


            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar