KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata
indah artinya bagus, cantik, elok, rupawan dan sebagainya. Dalam beberapa
bahasa diartikan ”Beautiful“(Bahasa Inggris) “Beau” (Bahasa Perancis) atau
“Bello” (Bahasa Italia). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak
dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian
dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan
yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang
dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Nilai
Ekstrinsik dan Intrinsik suatu keindahan :
· Pengertian ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda
sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni
nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu
·
Pengertian intrinsik adalah sifat baik dari benda yang
bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu
sendiri
Contohnya:
- puisi
yang mempunyai unsur larik dan bait termasuk nilai intrinsik, dan pesan
yang terkandung dalam puisi tersebut termasuk nilai ekstrinsik
PADAMU JUA
habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu
kaulah kandil kemerlap
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu
satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
engkau cemburu
engkau ganas
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertungkar tangkap dengan lepas
bertungkar tangkap dengan lepas
nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai
kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
matahari bukan kawanku
Tanggapan :
Puisi di atas menceritakan
tentang pengalaman seseorang yang ditumpahkan ke dalam puisi. Nilai-nilai yang
terkandung pun tentang kehidupan manusia. Nilai-nilai yang dapat diperoleh
pembaca contohnya adalah nilai-nilai dalam behubungan bermasyarakat
- Drama
juga terdapat tema, plot, dialog, dan karakter termasuk nilai intrinsik
dan pesan yang disampaikan dalam drama mengandung nilai ekstrinsik
Sahabat
Sejati
Suatu ketika disaat keadilan sudah menjadi kata yang punah.
Sedang diadakannya ujian semester Adi dan Banu duduk sebangku, Sita dan Dini
duduk sebangku di depannya, sedangkan Budi duduk sendiri disamping Banu. Mata
pelajaran yang sedang di ujiankan adalah matematika, semua murid terlihat
kebingungan dan kewalahan melihat soalnya dan terjadi lah percakapan antara 5
sekawan, Adi, Budi, Banu, Sita dan Dini.
Banu : “Din, aku minta jawaban soal
nomor 5 dan 6!”
Dini : “A dan C”
Sita : “kalau soal nomor 10,11
dan 15 jawabannya apa Ban?
Banu : “10 A, 11 D, nomor 15
aku belum”
Adi : “Huss, jangan
kencang-kencang nanti gurunya dengar”
Sita : “soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum
aku kerjakan”
Mereka berempat saling contek-mencontek seperti pelajar
lainnya. Tapi tidak dengan Budi, ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian
sendiri tanpa mencontek.
Banu : “Bud,kamu
sudah selesai?”
Budi :
“Belum, tinggal 3 soal lagi”
Banu :
“Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi : “Tidak
Bisa Ban,”
Banu : “Kenapa?
Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Dini : “Iya
Bud, kita harus kerja sama”
Adi : “Iya,
kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi :
“tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Sita :
“Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
Budi : “Mencontek
atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya
sama aku tidak
mau mencotek karena dosa, begitu pula memberi
contek ke kalian
aku minta maaf”
Sita : “Tapi saat ini,
sangat mendesak Bud”
Dini : “Iya Bud, bantu kami”
Budi : “tetap tidak bisa”
Adi : “yasudah,
biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri
kami sendiri.” (marah dan kesal)
Banu : “biarkan,
kita lihat di buku saja”
Banu lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara
diam-diam, kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Lalu Sita menanyakan
hasilnya.
Sita : “Bagaimana
Ban? Ada tidak?
Banu :
“ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”
Kareana suara Banu yang agak terdengar keras, Guru pun
mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.
Guru : “Kalian
ini, mencontek terus. Keluar kalian”
Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang
bendera.
Banu : “Aku
tidak menyangka akan seperti ini”
Dini :
“Aku juga tidak menyangka, akan dihukum”
Sita : “Seharusnya
kita belajar ya”
Adi : “Iya,
Budi benar”
Banu :
“Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”
Sita : “Aku
menyesal!”
Adi,Dini&Banu: “Aku juga” bersama
Setelah itu Budi keluar dari kelas dan menghampiri mereka.
Kemudian Budi ikut berdiri hormat seperti yang lain.
Dini : “kenapa bud? Kamu
di hukum juga?”
Budi :
“Tidak, aku ingin menjalani
hukuman kalian juga kita sahabat kan? Aku
ingin kita bersama”
Sita : “aku berharap ini menjadi
pelajaran kita semua”
Dini : “dan tidak kita ulangi lagi”
Adi : “Kita sahabat sejati”
Lalu mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyum dan
tawa. Persahabatan akan mengalahkan segala keburukan.
Tanggapan
:
Dari
contoh diatas kita dapat menyimpulkan seharusnya empat siswa tersebut
mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian karena kalau tidak belajar hal
satu - satunya adalah mencontek dan itu
perbutan buruk
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar